PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. palnt Bandung merupakan salah satu BUMN dalam bidang kesehatan yang memproduksi obat dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. Obat yang diproduksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Divisi Produksi Bandung meliputi golongan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD), Obat Pemberantas Penyakit Menular (P2M), Obat Generik dan Obat Paten.

PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. plant Bandung merupakan hasil penggabungan antara Unit Produksi Formulasi Bandung dengan Unit Produksi Manufaktur Bandung sebagai konsekuensi dari adanya restrukturisasi per September 2002. Restrukturisasi, memungkinkan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. plant Bandung bisa lebih efisien dalam menjalankan setiap aspek produksi obat, mengingat beberapa hal seperti tidak adanya kewajiban untuk memperoleh profit sehingga fokus pada setiap upaya untuk memproduksi obat menjadi lebih baik dan secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan daya saing produk obat yang dihasilkan.

Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Kimia Farma Tbk Plant Bandung adalah obat dalam bentuk suspensi. Dalam hal ini adalah suspensi kotrimoksazol.

Proses dimulai dengan pengayakan bahan aktif, CMC, serta bahan tambahan lainnya, kemudian dilakukan penimbangan di Penimbangan Sentral. Pembuatan sirupus simplex dilakukan seperti pada sirup, sedangkan untuk pembuatan suspending agent, dibuat dengan cara, menaburkan CMC Na pada air panas dalam Mixing Tank, didiamkan semalam lalu diaduk. Besoknya dibuat sirupus simplex dalam Melting Tank dicampur dengan suspending agent dalam Mixing Tank, dicampur selama 30 menit dan diputar dengan kecepatan 150-200 rpm lalu didinginkan di Ultra Turax.

Zat aktif setelah diayak dan ditimbang, selanjutnya dibasahkan dengan cara dimasukkan dalam campuran air dan surfaktan. Proses pembasahan ini sangat penting selain interaksi antar partikel, elektrokinetik, agregasi dan laju sedimentasi. Setelah itu  dilakukan penghalusan partikel dengan Colloid Mill.  Pemahaman yang baik atas faktor – faktor tersebut sangat membantu untuk dapat menentukan formula yang tepat sehingga dapat dihasilkan bentuk suspensi yang ideal.

Sementara itu juga dilakukan pelarutan zat tambahan dengan pelarut yang sesuai, kemudian baru dicampur antara larutan zat tambahan, bahan aktif yang sudah dihaluskan dan campuran suspending agent-sirupus simplex pada mesin Ultra Turax selama 1 jam pada kecepatan 200 ppm. Hasil pencampuran disimpan di Storage Tank dan dikarantina untuk dilakukan pemeriksaan yang meliputi pemerian, berat jenis, viskositas, pH dan kadar.

Hampir semua sistem suspensi memisah pada pendiaman, oleh karena itu yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan suspensi bukanlah untuk mengeliminasi pemisahan, tetapi untuk menahan laju pemindahan dan memberikan kemampuan tersuspensi kembali dengan mudah dari tiap partikel kecil yang diendapkan. Suspensi yang baik harus tetap homogen secukupnya, paling tidak selama waktu yang dibutuhkan untuk menuang dan pemberian dosis setelah wadahnya dikocok, tiga hal yang paling penting dalam pembuatan bentuk sediaan suspensi, yaitu memastikan bahwa partikel benar-benar terdispersi dengan baik dalam cairan, meminimalkan pengendapan dari partikel yang terdispersi, dan mencegah terjadinya “caking” dari partikel-partikel ini ketika terjadi pengendapan.

Caking didefinisikan sebagai pembentukan sedimen (endapan) yang tidak dapat terdispersi kembali dalam suatu sistem suspensi. Penyebab utama terjadinya peristiwa caking adalah pembentukan jembatan kristal dan agregat tertutup (koagula).

About these ads